Rabu, 02 November 2011

Budaya Korea:Tahun Baru dan Cerita Dongji Patjuk

Pada tanggal 1 Januari lalu, masyarakat di Korea beramai-ramai merayakan Tahun baru. Maka ucapan tahun baru ” 새해복 많이 받으세요 ( sae hae bok mani bade seyo) ” adalah ucapan selamat yang banyak disebut.
dongji
( Patjuk/ bubur kacang merah. sumber foto : KBS world )
Masyarakat Korea memiliki satu kalender lagi selain kalender masehi. Yaitu kalender musim. Menurut kalender musim itu 1 tahun dibagi 24 bagian sehingga masyarakat Korea lebih merasakan berjalannya waktu. Memang ada juga keunikan dengan berbagai kegiatan dan makanan khusus sesuai dengan 24 bagian musim itu. Di antaranya hari Dongji sangat popular bagi masyarakat Korea. Maka masyarakat zaman sekarang pun mengingatnya dan melakukan kegiatan yang berkaitan dengan Dongji. Dongji bermakna musim dingin sudah sampai, maksudnya puncak musim dingin. Maka pada hari itu, malam hari paling panjang. Setelah hari itu, siang hari mulai lebih panjang 1 derajat setiap hari. Dengan melihat gejala alam ini orang-orang percaya bahwa kekuatan matahari pulih kembali, jadi ada orang yang menganggap hari Dongji ini sebagai tahun baru. Dalam bahasa kita tahun baru Imlek.
Anak-anak di sebagian besar negara pernah mendengarkan cerita seperti  Cinderella. Anak-anak di Korea  juga menikmati cerita serupa yang dikenal dengan Konjui-Patjui, sebuah cerita yang tidak diketahui asalnya yang telah disampaikan secara lisan turun temurun  dari generasi ke generasi.
animation-dancing-cindy-princePernah suatu ketika, pada pertengahan zaman Dinasti Joseon (1392-1910), tinggallah seorang  pejabat pemerintah bernama Choe-Man Chun. Ia hidup dengan  bahagia di provinsi  Jeollanam, yang terkenal sebagai daerah perut negeri, bersama istri dan anak perempuan Cho Konjui.
Tetapi istrinya tiba-tiba sakit dan meninggal. Kebanyakan pegawai pemerintah pada masa itu adalah orang kaya, jadi Choe menikah lagi dengan seorang janda bernama Bae yang mempunyai seorang anak perempuan bernama Patjui. Ia adalah seorang gadis berperangai buruk. Kenyataannya, Bae  ibu tiri Konjui dan saudara tirinya,  Patjui mulai menyalahgunakan kesempatan ini dan berbuat jahat pada Konjui. Untungnya, ada peri yang datang menyelamatkan dan membantunya sehingga dia dapat menikah dengan punggawa negara. Ibu tiri Konjui dan saudara tirinya mempunyai niat jahat  menganiaya dan melemparkan ke dalam kolam. Namun Konjui telah dapat mengatasinya seperti dalam cerita ciderella.
Cerita ini yang menginspirasi orang korea untuk menjadikan Kong dan Pat ( kacah warna merah ). Warna merah diyakini oleh orang Korea memiliki kemampuan untuk mengusir setan karena warna ini dianggap sebagai gabungan lima elemen yaitu logam, kayu, air, api, bumi.(sumber : koreana,winter 2002. )
Sumber lain menghubungkan cerita ini dengan cerita Seorang warga Cina yang bernama Gong-gong mempunyai seorang anak laki-laki yang nakal dan tidak mau mendengarkan kata-kata orang tuanya. Kebetulan anak ini mati pada hari Dongji dan menjadi roh jahat yang menularkan penyakit. Meskipun Si Gong-gong anaknya sediri namun dia tidak bisa membiarkannya. Dia ingat anaknya tidak suka kacang merah saat masih hidup sehingga dia memasak bubur dari kacang merah itu lalu menaburkannya di pintu gerbang. Sesudah itulah penyakit menular itu tidak ada lagi. Maka orang-orang zaman dahulu memakan bubur kacang merah pada hari Dongji. ( KBS world )
RESEP BUBUR PATJUK
Bahan-bahan:
2  gelas kacang merah             ed8ca54
8  gelas air putih
4  sdm gula pasir
1  gelas bubuk beras kentan
3  sdm air putih yang mendidih
1/2  sdt garam

Cara membuat
Setelah kacang merah dibersihkan lalu direbus dengan 2 gelas air putih. Setelah kacang merah sudah mulai empuk, buanglah airnya lalu tuangi lagi 6 gelas air dan rebuslah sampai kacang merah itu menjadi lunak.Waktu panas, kacang merah dihancurkan dengan sendok lalu disaring. Kulit kacang merah dibuang. Buatlah adonan dengan kecil menggunakan bubuk beras kentan dan air panas. Rebuslah sari dan kuah kacang merah lalu masukkan adonan. Masukkan garam dan gula pasir sesuai dengan selera makan anda. Sajikan saat masih panas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar